10 Selebriti Dunia yang Gagal Berbisnis

Bagikan ke teman :
...
Bisnis forex adalah salah satu bisnis online yang sangat diminati saat ini ditengah wabah pandemi yang tak kunjung usai. Justru pandemi saat ini bisa menjadi opportunity bagi kita untuk mendapatkan peluang meraih penghasilan tambahan. Segera BUKA AKUN kamu dan isi depositmu dan mulai Trading sekarang !!! Cara Buka Akun | Cara Deposit



Saat ini banyak selebriti yang terjun ke dunia bisnis. Beberapa di antaranya membuka usaha seperti restoran atau berkolaborasi dengan desainer terkenal untuk menjual pakaian, sepatu dan parfum.

Dari cukup banyak selebriti mencicipi bisnis itu, ada yang berhasil dan tak sedikit juga yang kurang seberuntung rekan-rekannya. Kegagalan manajemen, kurangnya waktu dan komitmen serta tak adanya inovasi adalah beberapa penyebab bangkrutnya usaha atau bisnis para selebriti. Seperti dikutip Glamour Vanity, berikut sepuluh selebriti yang gagal dalam usaha bisnisnya.

1. Britney Spears (Nyla Restoran)

Britney Spears merupakan salah satu selebriti yang bangkrut dalam usaha restorannya bernama Nyla. Restaoran Nyla dibuka pada Juni 2002 di hotel Dylan, Manhattan. Adanya beberapa pelanggaran kode kesehatan di restoran tersebut, akhirnya bisnis restoran Britney mulai mengalami masalah keuangan. Kemudian restoran Nyla mencoba untuk menghindari terjadinya kebangkrutan total dengan mengubah menu makanan menjadi hidangan Italia (awalnya Asia). Perubahan tersebut tidak dapat menyelamatkan restoran itu. Kurang dari enam bulan setelah dibukanya Nyla, pelantun 'Oops I Did It Again' itu terpaksa menutup restonya.

2. Steven Spielberg (Restoran Dive!)

Steven Spielberg dan CEO Dreamworks, Jeffrey Katzenberg membuka restoran Dive! pada 1994 di Los Angeles dan 1995 di Las Vegas. Restoran ini bertemakan kapal selam. Setiap setengah jam, restoran ini akan mensimulasikan seolah-olah seperti menyelam dengan lampu merah berkedip di sekitar ruangan. Selain dari makanan, restoran ini juga mendapat penghasilan tambahan dengan menjual souvenir laut. Pada awalnya usaha Steven Spielberg dan Jeffrey Katzenberg sukses, tetapi restoran ini tidak bisa membuat para pelanggannya tertarik lagi. Sehingga restoran Dive! di Los Angeles dan Las Vegas ditutup pada tahun 1999.

3. Nicky Hilton (Nicky-O Hotel)

Sebagai keturunan keluarga Hilton, Nicky Hilton merasa memiliki bakat dalam bisnis hotel. Ia pun berencana membuka jaringan hotelnya sendiri dengan membangun hotel mewah yang punya 94 kamar di dua lokasi yaitu Miami dan Chicago. Adik Paris Hilton itu sampai menyewa Roberto Cavalli untuk merancang suite hotel. Hotel mewah tersebut awalnya dijadwalkan dibuka pada 2007, namun selalu terjadi penundaan. Hingga Nicky Hilton kemudian digugat oleh partnernya dan mengatakan bahwa Hilton telah berjanji untuk mempromosikan hotel tersebut, tetapi faktanya ia berbohong kepada mitranya.

4. Natalie Portman (Vegan-Friendly Footwear)

Natalie Portman meluncurkan usaha toko sepatunya sendiri yang dinamakan vegan-friendly. Hal itu karena selama ini Natalie dikenal kerap memakai pakaian dan sepatu yang bukan terbuat dari kulit hewan. Dia berkolaborasi dengan desainer Te Casan untuk meluncurkan vegan-friendly di awal 2008. Namun, sepatunya terbilang mahal dengan harga $ 200 atau Rp 1,8 jutaan untuk sepasang, dan tak lama setelah itu pada Desember 2008, Te Casan menutup toko karena penjualannya gagal.

5. Kardashian Bersaudari (The Kardashian KARD)

Pada 2008, Kim Kardashian dan dua saudarinya, Kourtney dan Khloe meluncurkan kartu kredit pra-bayar berlabel The Kardashian KARD. Kakak beradik sangat bersemangat untuk membuat produk keuangan sendiri. Namun setelah seorang konsumen mengeluh tentang biaya kartu yang sangat tinggi, akhirnya bisnis mereka tersebut sirna dan ketiganya mundur dari perusahaan yang menaungi kartu kredit itu. Kardashian bersaudari juga mengaku tidak tahu menahu tentang biaya kartu yang tinggi.

6. Heidi Montag (Heidiwood Clothing Line)

Heidi Montag membuka bisnis fashion pada 2008. Koleksi pakaiannya dijual di Anchor Blue stores dengan harga berkisar $ 10 sampai $ 60 atau Rp 90 ribu - Rp 540 ribuan dan dirancang untuk gadis remaja. Sayangnya, para pengkritik mendeskripsikan bahwa baju-baju yang tergolong tidak mahal tersebut terbilang sebagai produk gagal atau tidak layak untuk dipakai. Hanya tujuh bulan setelah peluncuran, Heidiwood tak ada lagi di Anchor Blue. Manajemen toko memutuskan untuk tidak memperbaharui kontrak dengan Montag.

7. Jennifer Lopez (Restoran Madre)

Jennifer Lopez membuka restoran bernama Madre pada 2002 di Pasadena, California. Restoran ini menawarkan makanan Latin dengan hidangan seharga $ 30 dan $ 50 atau Rp 270 ribu dan Rp 450 ribu. Namun Madre hanya berhasil bertahan selama enam tahun dan ditutup pada 2008. Kegagalan bisnis yang dialami oleh J-Lo bukan hanya pada restorannya saja, melainkan juga pada bisnis fashionnya. Pada 2003, J-Lo membuat clothing line yang kemudian ditutup setelah 4 tahun berdiri.

8. Eva Longoria (Restoran dan Klub Malam Beso)

Pada 2008, bintang serial TV 'Desperate Housewives', Eva Longoria, bermitra dengan koki Todd English untuk membuka restoran yang dinamakan Beso, sebuah restoran steak latin. Usahanya tersebut cukup berhasil dan pada 2009, Eva memutuskan untuk membuka satu lagi di Las Vegas dengan menggabungkan restoran dan klub malam. Akan tetapi restoran dan klub malam milik Eva dilaporkan kehilangan lebih dari $ 76.000 per-bulannya dan telah memiliki utang sebesar $ 5,7 juta. Pada Januari, klub malam tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan dan akhirnya ditutup.

9. Kanye West (Pastelle Clothing Line)

Kanye West, dikenal akan kecintaannya terhadap fashion dan kemudian mencoba peruntungannya di industri pakaian pada 2009. Tapi hanya dalam dua hari setelah foto Pastelle yang diposting di internet, bisnis itu kemudian jatuh. Kegagalan bisnis tersebut tak lain karena kelakukan West yang dianggap tidak sopan pada penyanyi Taylor Swift. Ketika itu ucapannya tersebut dikritik banyak pihak.

10. Mandy Moore (Mblem Clothing Line)

Mandy Moore meluncurkan lini pakaian Mblem pada 2005. Koleksinya ditargetkan sebagai pakaian kontemporer untuk anak muda. Merek ini dijual di department store besar di seluruh negeri. Namun pada 2009, hampir tiga tahun setelah peluncuran, Moore menutup bisnisnya tersebut. Ia mengaku ingin fokus pada karir musiknya.

Sumber

Pembaca kami juga menyukai