Penguasa Seperempat Abad Forbes Billionaires

Bagikan ke teman :
...
Bisnis forex adalah salah satu bisnis online yang sangat diminati saat ini ditengah wabah pandemi yang tak kunjung usai. Justru pandemi saat ini bisa menjadi opportunity bagi kita untuk mendapatkan peluang meraih penghasilan tambahan. Segera BUKA AKUN kamu dan isi depositmu dan mulai Trading sekarang !!! Cara Buka Akun | Cara Deposit



Tahun ini, eksistensi Forbes Billionaires genap memasuki usia 25 tahun. Untuk memperingati ulang tahun perak itu, majalah ekonomi asal Amerika Serikat (AS) tersebut menapaktilasi para miliarder yang mampu bertahan menempati singgasana terhormat selama kurun waktu itu.

Forbes mencatat ada 24 orang yang memiliki keunikan dalam mempertahankan atau bahkan meningkatkan kekayaannya. Mereka adalah anggota Forbes Billionaore yang terdaftar pertama pada daftar 1987 dan selalu masuk kualifikasi untuk tiap edisi Forbes Billionaire hingga sekarang. “Anggota klub Forbes Billionaires selama seperempat abad berturut-turut, mereka adalah legenda kapitalisme yang sebenarnya,” tegas Forbes.

Nama pertama yang muncul sebagai pemuncak daftar hall of fame itu adalah pendiri Microsoft yang menjadi perusahaan terbuka sejak Maret 1986, yakni Bill Gates .Dari debutnya pada 1987, kekayaan Gates meningkat 48,8 kali dari awal, yaitu dari USD1,25 miliar menjadi USD61 miliar (Rp556,8 triliun) saat ini. Sejak saat itu, Gates telah tumbuh dari seorang genius teknologi menjadi revolusioner filantrofi paruh baya.

Meski ada fakta bahwa sumbangan amal Gates hampir mendekati angka USD30 miliar (Rp273,8 triliun) hingga saat ini, tampaknya itu tak sebanding dengan peningkatan pesat harga kekayaannya. Peningkatan kekayaan pesat seperti itu juga dialami rekan Gates dari Giving Pledge, Warren Buffet. Dari kekayaan yang “hanya” USD2,1 miliar pada 1987, kekayaannya sekarang mencapai USD44 miliar (Rp401,6 triliun).

Buffett juga memiliki kebiasaan mendermakan miliaran dolar tiap tahun via transfer saham Berkshire Hathaway ke yayasan amal, terutama melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Orang ketiga dan penandatangan Giving Pledge terakhir yang muncul di daftar legenda miliarder Forbes adalah salah satu keluarga industri paling bersejarah di AS, Rockefellers. David Rockefeller Sr adalah satu-satunya cucu pendiri Standar Oil John D Rockefeller yang masih hidup.

Beberapa nama lain yang juga rajin menghiasi daftar orang terkaya di dunia Forbes adalah miliarder permen Mars Co yang terdiri atas tiga bersaudara, Jacqueline Mars, Forest Mars,dan John Mars. Ketiganya masuk daftar ini dengan harta USD1,15 miliar pada 1987 dan kini memiliki kekayaan senilai USD13,8 miliar. Kemudian, ada juga Anne Cox Chambers yang memiliki kekayaan USD12,5 miliar.

Dia mewarisi kekayaan itu setelah ayahnya yang membeli Dayton (Ohio) Daily News pada 1898 meninggal. Sementara developer real estat terkaya di AS, Donald Bern, yang pada 1987 sempat disebut Forbes sebagai pria “cokelat, atletik,dan berkilau” juga masih rajin masuk daftar itu. Dengan harta USD1,25 miliar pada 1987, kekayaan Bern pada tahun ini tercatat mencapai USD12 miliar.

Dari luar AS, nama August von Finck, pendiri perusahaan asuransi Allianz dan bank Merck, Finck & Co, yang keduanya dijual ke Barclays Bank pada 1990, adalah wajah yang senantiasa menghiasi klub Forbes Billionaires sejak 1987 dengan harta USD2,5 miliar. Pria yang kini tinggal di Swiss yang bebas pajak itu tahun ini mencatatkan kekayaan sebesar USD7,8 miliar.

Ada juga nama Liliane Bettencourt dari Prancis. Saat ini, putri Eugene Schueller yang mendirikan L’Oreal pada 1907 ini memiliki kekayaan USD24 miliar (Rp219 triliun), naik pesat dari USD1 miliar pada 1987. Sementara mogul real estat Jepang, Eitaro Itoyama,mempertahankan kekayaan USD2,9 miliar dengan terutama memiliki sembilan lapangan golf yang diwarisi dari ayahnya.

Tapi, kalau Itoyama memiliki properti yang sama di AS, dia tampaknya hanya akan memiliki harta di bawah USD1 miliar karena lapangan golf premium hanya mencapai angka USD20 juta di AS. Beruntung bagi Itoyama,lapangan-lapangannya secara kolektif diperkirakan bernilai lebih dari USD2,7 miliar di Jepang.

Meskipun sudah 25 tahun menjadi anggota Forbes Billionaires, kekayaan Itoyama mungkin tak seperti angka yang ada saat ini. Harus diingat bahwa kurs dolar AS mengalami devaluasi signifikan dalam 25 terakhir. Sementara kekayaan Itoyama turun USD100 juta dalam urusan nominal,d ari USD3 miliar pada 1987 menjadi USD2,9 miliar pada 2012, kekayaannya sebenarnya kurang dari separuh angka itu.

Kekayaan USD2,9 miliar itu setara dengan sekitar USD1,47 miliar pada 1987 akibat mundurnya pasar real estat Jepang pada awal 1990-an dan “dekade hilang” yang terjadi di Jepang. Walaupun Forbes menghitung dolar dalam nominal atau inflasi, Itoyama tetap dinilai memiliki kualifikasi sebagai anggota hall of fame klub miliarder versi majalah itu.

Yang menarik, beberapa penghuni hall of fame Forbes masuk klub miliarder karena mereka berani mengambil risiko yang tidak hanya menciptakan, tapi juga mempertahankan kekayaan besar. Salah satunya adalah Li Ka-shing dari Hong Kong yang selama 25 tahun terakhir menghuni daftar orang terkaya Forbes. Setelah lari dari China pada 1940, Li bekerja penuh waktu untuk menopang hidup keluarganya ketika berusia 12 tahun.

Begitu magang di sebuah pabrik, Li tak pernah melihat ke belakang lagi dengan menjaring jutaan dolar pertamanya dari pabrik bunga plastik. Dari titik masuk daftar orang kaya Forbes dengan USD1,6 miliar, kini Li memiliki kekayaan USD25,5 miliar, cukup membuatnya menjadi orang terkaya di Asia. Selain nama-nama tersebut, ada beberapa nama yang sebenarnya sering wara-wiri dalam daftar orang terkaya Forbes tapi absen pada daftar hall of fame.

Ini dikarenakan mereka baru mendapatkan status miliarder setahun setelah 1987. Meski tidak masuk daftar 1987, setelah 1988 dan seterusnya, ada beberapa nama yang konsisten masuk daftar orang terkaya Forbes seperti David dan Charles Koch, Summer Redstone dan Ronald Perelman.

Selain mereka, nama-nama seperti Newhouse bersaudara (S I Newhouse dan Donald Newhouse), Ray Lee Hunt, Leslie Wexner, Erivan Haub, Bass bersaudara (Robert Bass dan Lee Bass), Henry Ross Perot Sr, Stephan Schmidheiny, Masatoshi Ito, dan Henry Hillman juga terus menghiasi Forbes Billionaires dalam kurun 25 tahun terakhir. (www.sindonews.com)

Pembaca kami juga menyukai